petugas dan warga bersihkan sisa banjir aceh tamiang
Aceh

Bersihkan Lumpur Banjir, Warga Aceh Tamiang Dibayar Rp125 Ribu Sehari

Admin Sekilas

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, menyampaikan bahwa warga yang ikut dalam program pembersihan lumpur pascabanjir menerima upah sebesar Rp125.000 per hari. Program ini dikenal dengan skema cash for work (CFW) dan digagas oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dengan melibatkan tiga perusahaan BUMN.

Melalui program tersebut, warga dilibatkan untuk membersihkan saluran yang tertimbun lumpur akibat banjir serta area perkantoran pemerintah di Aceh Tamiang. Menurut Syuibun, jumlah warga yang mendaftar mencapai ratusan orang, meski laporan resmi dari PT Wijaya Karya (Wika) selaku pihak perekrut belum ia terima.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir sudah berjalan, dengan prinsip merekrut tenaga kerja dari desa setempat di lokasi pekerjaan. Jika jumlah pekerja kurang, barulah perekrutan dilakukan dari desa lain.

Selain pembersihan saluran air, masyarakat korban banjir juga dilibatkan dalam pembersihan lumpur di lingkungan Kantor Bupati Aceh Tamiang. Namun, pendaftaran program CFW saat ini telah ditutup karena jumlah pekerja yang direkrut sudah disesuaikan dengan kebutuhan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang resmi membuka program CFW untuk membantu pemulihan ekonomi warga terdampak banjir. Tahap awal difokuskan pada pembersihan saluran di seluruh desa, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan area perkantoran. Program ini diharapkan dapat memberikan penghasilan sekaligus membantu percepatan pemulihan pascabanjir.