Ramadan tahun ini penuh pilu bagi warga korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Meski bulan suci telah tiba, puluhan hingga ratusan warga masih harus menjalani ibadah puasa di tenda-tenda pengungsian karena rumah mereka hancur tersapu banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Video yang ditayangkan Kompas TV menunjukkan suasana pengungsian yang sederhana dan penuh keterbatasan. Para penyintas harus menyiapkan sahur, berbuka, dan salat tarawih di dalam tenda bersama keluarga mereka, sementara sebagian lainnya berharap segera mendapatkan hunian sementara yang layak.
Pemerintah menyatakan telah menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp600.000 yang diberikan selama tiga bulan sebagai kompensasi biaya tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir di berbagai daerah terdampak. Namun bantuan tersebut dinilai belum sepenuhnya menyelesaikan kebutuhan mendesak para pengungsi, termasuk di Aceh Tamiang.
Meski berada dalam keterbatasan, para warga pengungsian tetap berusaha menjalani ibadah Ramadan dengan kekhusyukan dan penuh harapan, sambil menanti pemulihan dan pembangunan hunian yang lebih layak.