Klarifikasi BSI : Akui Kasus Rp 1,4 Miliar di KCP Sabang Atas. Tapi kenapa Sistemnya Begitu Mudah dijebol Oknum Orang Dalam ya?
Aceh

Klarifikasi BSI : Akui Kasus Rp 1,4 Miliar di KCP Sabang Atas. Tapi kenapa Sistemnya Begitu Mudah dijebol Oknum Orang Dalam ya?

Admin SA

Menanggapi pemberitaan yang viral mengenai raibnya dana nasabah Rp 1,4 Miliar di KCP BSI Sabang Atas, pihak PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk melalui SVP Corporate Secretary & Communication, Wisnu Sunandar, akhirnya buka suara:

Pernyataan Resmi BSI:

  • BSI mengonfirmasi adanya kasus tersebut dan telah menindak tegas oknum pegawai secara administratif.
  • BSI menjamin bahwa “sejauh ini tidak ada nasabah yang dirugikan” (dana dipastikan aman).
  • Bank menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Sabang.

TAPI ADA YANG JANGGAL GAK SIH?… (Catatan Admin)

Klarifikasi memang sudah ada, namun jujur saja, kejadian ini meninggalkan tanda tanya besar bagi kita semua: Kenapa sistem bank sebesar BSI bisa selemah itu menghadapi “orang dalam”?

  1. Otoritas yang Bocor: Bagaimana staf biasa bisa dengan begitu gampang menggunakan akun dan password atasan untuk meloloskan transaksi ilegal?
  2. Verifikasi Fisik Lolos: Kenapa pemalsuan tanda tangan dan setoran tunai fiktif bisa terjadi berulang kali selama dua bulan (April-Mei) tanpa terdeteksi oleh sistem audit internal?
  3. Hanya Masalah Oknum? Jika sistem keamanannya berlapis, oknum seharusnya tidak punya celah. Kejadian ini membuktikan bahwa pengawasan internal masih punya lubang besar yang membahayakan amanah nasabah.

Klarifikasi bahwa “tidak ada nasabah yang dirugikan” mungkin melegakan secara finansial, tapi ini membuat kami ragu karena sistemnya masih menganga.

BSI harus melakukan evaluasi total, bukan sekadar memecat oknum!

Menurut kalian, apakah sistem perbankan kita benar-benar sudah aman dari “musuh di dalam”?