Alarm Merah! 39 Ribu Hektare Hutan Aceh Lenyap dalam Setahun
Aceh

Alarm Merah! 39 Ribu Hektare Hutan Aceh Lenyap dalam Setahun

Admin SA

Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAKA) mengungkap kehilangan tutupan hutan di Aceh sepanjang 2025 mencapai sekitar 39.000 hektare, meningkat 274 persen dibanding tahun sebelumnya. GIS Manager HAKA, Lukmanul Hakim, mengatakan pemantauan dilakukan rutin, termasuk di kawasan Ekosistem Leuser, melalui pemantauan bulanan dan rekap tahunan.

Ia menyebut 2025 sebagai tahun yang tidak biasa karena Aceh dilanda cuaca ekstrem akibat siklon yang memicu hujan sangat tinggi dalam waktu singkat. Hilangnya tutupan hutan berdampak langsung pada fungsi hidrologis, seperti intersepsi, infiltrasi, evapotranspirasi, serta pengendalian erosi dan limpasan permukaan yang berujung pada longsor dan banjir bandang.

Dari kompilasi data pemberitaan, bencana tercatat berdampak di 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Wilayah dengan desa terdampak terbanyak adalah Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Dokumentasi lapangan juga menemukan banyak material kayu terbawa arus banjir, yang diduga berasal dari kawasan hulu.

Secara tren, kehilangan tutupan hutan di Aceh bersifat fluktuatif: stabil sekitar 21.000 ha (2015–2016), turun ke 15.000 ha (2017–2020), lalu 9.000 ha (2021–2023), dan melonjak menjadi 39.000 ha (2024–2025). Analisis 2025 menunjukkan faktor alami mendominasi sebesar 61,5 persen, namun aktivitas manusia tetap signifikan dengan total dampak sekitar 15.230 hektare, terutama dari ekspansi perkebunan, pembukaan jalan, pertambangan, dan penebangan.