Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator guna meredakan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Langkah diplomasi ini diambil menyusul serangan udara gabungan yang dilancarkan militer AS dan Israel ke sejumlah wilayah strategis di Iran pada hari Sabtu, termasuk ibu kota Teheran.
Melalui Kementerian Luar Negeri, Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri dari eskalasi militer lebih lanjut. Pemerintah menekankan pentingnya meja perundingan, dengan menyatakan, “Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi.”
Indonesia juga menawarkan langkah konkret dengan membuka ruang bagi kedua belah pihak untuk bertemu. Kemenlu menambahkan, “Pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran untuk melaksanakan mediasi.”