Dapur MBG Meunasah Mamplam Disegel Polisi, Orang Tua Korban Keracunan: Yayasan Jangan Lari dari Tanggung Jawab!
Aceh

Dapur MBG Meunasah Mamplam Disegel Polisi, Orang Tua Korban Keracunan: Yayasan Jangan Lari dari Tanggung Jawab!

Admin SA

Sejumlah orang tua siswa korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpang Mamplam menuntut pertanggungjawaban dari pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Yayasan Bumi Produksi Gizi. Tuntutan ini muncul menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan anak SD dan TK di wilayah tersebut.

Salah satu orang tua siswa, Munir, mendesak agar pihak pengelola tidak lepas tangan demi mencegah kejadian serupa di masa depan. Munir juga meminta adanya ganti rugi atas waktu dan penderitaan yang dialami para korban. “Dalam hal ini pengelola dapur dan Yayasan jangan lepas tangan. Kita butuh tanggung jawab mereka. Agar kejadian ini tidak terulang lagi,” tegas Munir pada Sabtu (28/2/2026).

Sebagai tindak lanjut, aparat kepolisian telah menyegel dapur SPPG di Desa Meunasah Mamplam dengan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan sejak Jumat malam (27/2/2026). Sejumlah pihak yayasan pun diperiksa guna mendalami penyebab pasti keracunan paket makanan tersebut, sementara waktu kerja orang tua terbuang karena harus menjaga anak di rumah sakit. “Karena ini waktu terkuras dirumah sakit. Tidak bisa mencari nafkah,” tambah Munir.

Sementara itu, dihubungi bithe.co beberapa kali, Zamzami, perwakilan dari Yayasan Bumi Produksi Gizi selaku pihak yang menaungi dapur SPPG di Simpang Mamplam, hingga berita ini dipublikasikan tak merespons konfirmasi wartawan, meski panggilan berdering.

Koordinator petugas SPPG Bireuen, Ignatia, saat diminta tanggapan terkait kejadian keracunan makanan di Simpang Mamplam, ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

“Semuanya masih mengambang. Belum bisa saya berikan tanggapan lebih lanjut dari saya, ya,” kata Ignatia saat dihubungi wartawan bithe.co beberapa waktu lalu.