Presiden Prabowo Sebut Pemulihan Aceh Nyaris 100 Persen, Namun Korban Banjir Bireuen Masih Lebaran di Tenda Pengungsian
Indonesia

Presiden Prabowo Sebut Pemulihan Aceh Nyaris 100 Persen, Namun Korban Banjir Bireuen Masih Lebaran di Tenda Pengungsian

Admin SA

Para korban banjir di Bireuen tetap merayakan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di tenda pengungsian yang berada di halaman Kantor Bupati, Sabtu (21/3/2026). Meski dalam keterbatasan dan jauh dari rumah, suasana kebersamaan di lokasi pengungsian membuat mereka tetap bisa merasakan hangatnya Lebaran. Para pengungsi saling menguatkan satu sama lain, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta merayakan hari raya secara sederhana dengan bantuan pakaian dan makanan yang diberikan para dermawan. Anak-anak pun tetap terlihat ceria, meski berada di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Sejumlah warga mengaku telah menerima keadaan yang mereka hadapi dan memilih tetap merayakan Lebaran dengan penuh kebersamaan. Bagi mereka, kebersamaan dan rasa saling peduli menjadi penguat di tengah situasi sulit, sembari berharap pemerintah segera memenuhi hak-hak korban banjir dan mempercepat proses pemulihan.

Di sisi lain, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana di Aceh menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia menyebut kondisi di lapangan kini jauh lebih baik dibandingkan beberapa bulan lalu, bahkan proses pemulihan disebut hampir mencapai 100 persen.

Presiden juga memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi warga terdampak yang tinggal di tenda pengungsian. Seluruhnya telah dipindahkan ke hunian sementara maupun hunian tetap yang lebih layak. Selain itu, kondisi infrastruktur seperti listrik di berbagai wilayah Aceh juga disebut hampir sepenuhnya pulih, dengan hanya beberapa desa yang masih mengalami kendala.

Pemerintah, lanjutnya, telah menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan. Ia juga mengapresiasi kerja keras semua pihak, mulai dari aparat, pemerintah daerah, hingga berbagai instansi yang terlibat dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Meski demikian, kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya warga yang merayakan Lebaran di tenda pengungsian, seperti yang terjadi di Bireuen.