Rudal Kiamat Iran Punya Jarak Tempuh 'Aceh-Papua' Bikin Ketar-ketir AS dan Inggris
Internasional

Rudal Kiamat Iran Punya Jarak Tempuh ‘Aceh-Papua’ Bikin Ketar-ketir AS dan Inggris

Admin SA

Otoritas Iran melalui laporan Al Jazeera secara resmi membantah klaim peluncuran dua rudal balistik sejauh 4.000 kilometer ke arah pangkalan militer Diego Garcia di Samudra Hindia. Laporan awal dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa serangan tersebut gagal; satu rudal mengalami kendala teknis, sementara satu lainnya dilumpuhkan oleh kapal perang Amerika Serikat. Jika terbukti benar, teknologi ini menandakan lonjakan signifikan kemampuan tempur Iran yang sebelumnya diklaim hanya memiliki jangkauan maksimal 2.000 kilometer.

Di saat yang sama, ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah serangan proyektil menghantam wilayah Israel Selatan, termasuk area sensitif di sekitar pusat riset nuklir Dimona dan Kota Arad. Insiden ini mengakibatkan lebih dari seratus orang luka-luka, termasuk seorang bocah sepuluh tahun yang terkena serpihan proyektil. Serangan tersebut memicu kerusakan bangunan serta kebakaran hebat di pemukiman warga, dengan puluhan korban dilaporkan dalam kondisi kritis.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bereaksi cepat dengan menegaskan komitmennya untuk membalas tindakan agresif tersebut. Dalam upayanya menenangkan masyarakat, Netanyahu memberikan instruksi khusus kepada jajaran kementerian untuk mempercepat pemberian bantuan dan evakuasi korban di lapangan. Situasi ini digambarkan sebagai masa penuh tekanan bagi keamanan nasional Israel yang kini menjadi prioritas utama pemerintahannya.

Melalui akun resminya, Netanyahu menyampaikan rasa simpati sekaligus ketegasan pemerintah dalam menghadapi konflik ini. Beliau menyatakan: “Ini adalah malam yang sangat sulit dalam perjuangan untuk masa depan kita. Baru saja, saya berbicara dengan Wali Kota Arad, Yair Maayan, dan memintanya untuk menyampaikan, atas nama seluruh warga Israel, doa kami bagi kesembuhan para korban luka,” tulisnya via akun X @netanyahu, Minggu (22/3). Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa eskalasi bersenjata di kawasan tersebut masih jauh dari kata usai.