BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Aceh selama tiga hari ke depan akan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Fenomena ini dipicu oleh gerak semu matahari di sekitar garis ekuator yang menyebabkan massa udara cenderung lebih kering dan tutupan awan berkurang, sehingga suhu udara terasa lebih panas dari biasanya.
Kondisi atmosfer yang stabil menjadi alasan utama minimnya pertumbuhan awan hujan.
Petugas Forecaster BMKG Sultan Iskandar Muda, Betsi, menjelaskan, “Hal ini juga didukung hasil pengamatan radiosonde di Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda yang menunjukkan kondisi udara relatif stabil,” ujarnya pada Rabu (25/3/2026).
Meski mayoritas wilayah cerah, potensi hujan ringan hingga sedang tetap mengintai pesisir barat dan selatan Aceh, seperti Aceh Selatan dan Simeulue. Hal ini disebabkan adanya sirkulasi siklonik dan suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh, yang memicu penguapan serta pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau waspada terhadap cuaca panas dan potensi kebakaran hutan. Betsi menyarankan, “Masyarakat diharapkan menggunakan pelindung diri seperti tabir surya, jaket, payung atau topi ketika beraktivitas di luar ruangan serta menjaga asupan air agar tidak mengalami dehidrasi,” sekaligus mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.