Sumur bor bantuan BNPB di Desa Matang Keupula Sa dan Desa Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat, Aceh Timur, menyemburkan air hingga sekitar 40 meter. Di Desa Matang Keupula Sa, juga tercium bau gas sehingga proses pengeboran langsung dihentikan.
Kepala Desa Matang Keupula Sa, Daniel, mengatakan sumur tersebut dibangun untuk membantu penyintas banjir. Namun, semburan air yang tidak normal dan munculnya bau gas membuat kejadian itu dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur.
Plt Kepala DLH Aceh Timur, Jamaluddin, mengatakan hasil pemeriksaan bersama PT Medco E&P Malaka menemukan kandungan gas metana (CH4) sebesar 2–3 persen di sekitar lokasi sumur di Desa Matang Keupula Sa. Gas tersebut mudah terbakar sehingga lokasi dipasangi garis polisi dan warga diminta tidak mendekat maupun merokok di sekitar area.
Sementara itu, di Desa Meunasah Tingkeum tidak ditemukan gas berbahaya, meski masih terlihat gelembung gas di permukaan bekas sumur bor. DLH menyatakan kedua lokasi tetap memiliki potensi bahaya sehingga akses masyarakat dibatasi dan sumur disarankan untuk ditutup.