Menjelang Ramadan 2026, mayoritas umat Islam di Indonesia akan mulai berpuasa pada Kamis (19/2/2026). Selain menjadi momentum keagamaan, Ramadan juga dikenal sebagai periode puncak konsumsi karena meningkatnya belanja makanan-minuman, bahan pokok, hingga busana muslim dan baju Lebaran. Pertanyaannya, seberapa kuat kondisi dompet masyarakat tahun ini? Sejumlah indikator menunjukkan konsumsi masih terjaga dan keyakinan menguat, meski belanja mulai lebih selektif setelah puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dari sisi ritel, Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diprakirakan tumbuh 7,9% secara tahunan (yoy), naik dari Desember 2025 yang 3,5% yoy. Namun secara bulanan (mtm), penjualan Januari diperkirakan terkontraksi 0,6% setelah Desember naik 3,1% mtm, sejalan dengan normalisasi pasca-Nataru. Meski begitu, kontraksi ini lebih ringan dibanding Januari tahun lalu yang minus 4,7% mtm. Dari sisi psikologis, optimisme konsumen juga menguat. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 naik ke 127 dari 123,5 pada Desember 2025. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) meningkat ke 115,1 dari 111,4, dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) naik menjadi 138,8 dari 135,6, mencerminkan pandangan positif terhadap enam bulan ke depan.
Sementara itu, Mandiri Spending Index (MSI) per 25 Januari 2026 menunjukkan belanja turun 4,4% secara mingguan ke 350,7 setelah masa liburan, terutama pada sektor mobilitas, leisure, dan consumer goods. Namun belanja pendidikan tumbuh 13,4% mingguan dan kesehatan naik 1,1%, menandakan kebutuhan dasar tetap berjalan. Proporsi belanja supermarket juga naik menjadi 15,6% dari 15,2%, menunjukkan pergeseran ke kebutuhan pokok. Di sisi lain, Mandiri Saving Index mencatat tabungan kelompok bawah naik ke 72,6, kelompok atas ke 94,1, dan kelompok menengah stabil di 101,1. Kombinasi belanja yang melambat dan tabungan yang meningkat mencerminkan sikap lebih hati-hati. Menjelang Ramadan, belanja diperkirakan kembali naik, tetapi lebih terfokus pada kebutuhan esensial dibanding pengeluaran tambahan.