Pembangunan Huntara Belum Selesai, Korban Bencana di 24 Desa Aceh Tengah Masih Bertahan di Pengungsian di Awal Ramadan
Aceh

Pembangunan Huntara Belum Selesai, Korban Bencana di 24 Desa Aceh Tengah Masih Bertahan di Pengungsian di Awal Ramadan

Admin SA

Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah hingga awal Ramadan 2026 belum sepenuhnya rampung. Akibatnya, sebagian warga masih harus bertahan di tenda pengungsian saat memasuki bulan suci.

Meski demikian, sejumlah warga lainnya telah mulai menempati huntara yang telah selesai dibangun. Mereka berharap seluruh unit segera diselesaikan agar semua korban dapat menempati tempat tinggal sementara yang lebih layak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kompas.com, warga dari 24 desa di Aceh Tengah masih belum menerima huntara. Rinciannya, sebanyak 172 unit belum dibangun di 17 desa di Kecamatan Bintang, 10 unit di Desa Pantan Nangka Kecamatan Linge, 53 unit di lima desa di Kecamatan Kebayakan, serta enam unit di Desa Daling Kecamatan Bebesen. Secara keseluruhan, masih terdapat 196 unit huntara yang belum terealisasi.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Aceh Tengah, Iwan Januari, menjelaskan bahwa seluruh korban yang rumahnya hanyut atau mengalami rusak berat telah didata. Namun, pembangunan huntara akan dilaksanakan pada tahap kedua.

Menurutnya, kendala utama pada tahap awal adalah persoalan penetapan lahan. Ia menyebutkan bahwa lahan baru ditetapkan melalui surat keputusan BPBD pada pertengahan Januari dan telah diusulkan untuk pembangunan tahap selanjutnya.

Iwan menambahkan, pelaksanaan pembangunan selanjutnya berada di bawah kewenangan BPBD Aceh Tengah, sementara pihak Perkim hanya menangani aspek teknis.

Sementara itu, Kepala BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengungkapkan bahwa sebelumnya calon penerima bantuan belum menentukan pilihan antara menerima dana tunggu hunian (DTH) atau huntara. Hal tersebut menyebabkan proses pengajuan membutuhkan waktu lebih lama.

Ia menyebutkan bahwa usulan tahap kedua telah diajukan sekitar sebulan lalu dan saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari BNPB. Untuk pembangunan huntara, Andalika memperkirakan tahap kedua akan mulai berjalan dalam waktu dekat.

Selain itu, proses pendataan juga sempat terkendala karena masih terdapat desa yang terisolasi pascabencana, sehingga data penerima belum sepenuhnya maksimal. Setelah seluruh data terkumpul dan kondisi desa terisolasi tertangani, barulah usulan diajukan secara lengkap.

BPBD berharap dalam pekan ini ada kejelasan terkait DTH maupun percepatan pembangunan huntara, agar para korban dapat segera menempati hunian yang lebih layak di tengah bulan Ramadan.