Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui berbagai kelemahan struktural Indonesia di hadapan investor Amerika Serikat (AS). Ia menyoroti persoalan tata kelola, korupsi, serta praktik ekonomi ilegal yang selama ini menggerogoti penerimaan negara. Pemerintah, kata dia, kini fokus menjaga pertumbuhan sekaligus memperbaiki kualitas pengelolaan sumber daya.
“Kami memiliki kelemahan. Kami memiliki masalah dalam tata kelola, korupsi, dan kinerja institusional yang lemah,” ujarnya, Kamis (19/2).
Prabowo juga menyinggung maraknya penyelundupan dan aktivitas ekonomi ilegal di sektor strategis, mulai dari pertambangan ilegal, penangkapan ikan ilegal, hingga korporasi yang mengelola perkebunan di kawasan hutan lindung. Ia menyebut persoalan tersebut sebagai masalah lama yang tidak bisa lagi dihindari.
“Ini adalah masalah lama, tetapi saya memilih untuk menghadapi masalah ini secara langsung,” terangnya. Ia menegaskan tidak akan membiarkan kedaulatan negara dikendalikan kartel ilegal. “Saya tidak ingin menyerahkan kedaulatan pemerintah Indonesia kepada kartel-kartel ilegal yang terus menyebabkan hilangnya pendapatan negara yang seharusnya menjadi hak pemerintah dan rakyat Indonesia. Kami menghitung kerugian akibat tata kelola yang lemah dan salah urus ekonomi ini sangatlah besar,” tegas Prabowo.