Warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang mengeluhkan masalah air bersih dan sampah. Air yang mengalir di kamar mandi huntara terlihat keruh kecoklatan meski debitnya lancar, sehingga warga terpaksa tetap menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan pantauan di Huntara 2 milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terdapat 13 blok dengan total 156 kepala keluarga. Fasilitas toilet tersedia terpisah untuk laki-laki dan perempuan, namun kualitas air dinilai belum layak untuk kebutuhan memasak dan konsumsi.
Salah seorang warga, Indra Saputra, berharap jaringan PDAM dapat segera masuk ke kawasan tersebut agar warga memperoleh air yang lebih bersih. Ia juga mengeluhkan pengangkutan sampah yang tidak rutin, yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan para penghuni huntara.
Menanggapi keluhan itu, Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pihaknya sedang memperbaiki Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Karang Baru serta membangun dua unit SPAM berkapasitas 50 liter per detik. Instalasi pipa ditargetkan selesai dalam tiga bulan dan diharapkan dapat segera menyuplai air bersih ke huntara, fasilitas kesehatan, dan wilayah sekitar.