Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menargetkan seluruh pengungsi bencana di Aceh sudah menempati Hunian Sementara (Huntara) sebelum Hari Raya Idulfitri. Saat ini, jumlah warga yang bertahan di tenda telah menurun signifikan dari 11.000 menjadi sekitar 6.000 jiwa. Meski demikian, Aceh dan Sumatera Utara masih menjadi perhatian utama karena proses transisi hunian yang belum tuntas sepenuhnya dibandingkan daerah lain.
Pemerintah memastikan ketersediaan Huntara secara umum mencukupi melalui kolaborasi BNPB, Kementerian PU, dan organisasi masyarakat. Terkait sisa warga yang belum tertampung, Mendagri menegaskan percepatan pembangunan terus dilakukan. “Target kita sebelum Idul Fitri, mereka sudah masuk ke Huntara atau menggunakan dana tunggu hunian. Yang tinggal di tenda hingga saat ini tinggal 6.000-an kalau tidak salah,” ujar Tito usai meninjau lokasi di Pidie Jaya, Jumat (6/3/2026).
Selain percepatan fisik, evaluasi fasilitas juga menjadi sorotan, terutama terkait suhu panas pada bangunan buatan BNPB. Mendagri berjanji akan memperbaiki standar bangunan agar lebih nyaman bagi warga. “Soal keluhan plafon Huntara BNPB, ya kita akan sampaikan ke Kepala BNPB agar dibuatkan alasnya dan standarnya diperbaiki supaya tidak terlalu panas, meskipun saat ini sudah dibantu dengan kipas angin,” tambahnya.