usia 15 tahun, Muhammad Alfaruq Addawami menjadi jemaah haji termuda asal Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang tergabung dalam Kloter 14. Remaja yang bercita-cita menjadi ulama ini berangkat untuk menggantikan almarhum ayahnya yang wafat pada tahun 2021 silam.
“Alhamdulillah, senang sekali. Tidak pernah terpikir,” ujar Alfaruq kepada wartawan di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa, 19 Mei 2026.
Sehari-hari, Alfaruq menjalani pendidikan di sebuah pondok pesantren dan tumbuh di lingkungan yang dekat dengan aktivitas belajar agama. Perjalanan haji kali ini memberikan makna yang sangat mendalam bagi keluarganya, sekaligus memperkuat impian masa depannya. “Kalau cita-cita ingin jadi ulama,” ujarnya.
Ibu Alfaruq, Nurhayati, menjelaskan bahwa ia dan mendiang suaminya telah mendaftar haji sejak tahun 2012. Setelah menanti selama 14 tahun, porsi keberangkatan sang ayah akhirnya dialihkan kepada Alfaruq atas kesepakatan bersama, termasuk kerelaan dari kedua kakak perempuannya. “Sebelum saya pilih si abang, ada kakaknya dua. Jadi kami sudah sepakat, saya tanya sama kakaknya ikhlas enggak kalau adiknya berangkat,” kata Nurhayati.
Sebagai seorang ibu yang bekerja sebagai guru TK, Nurhayati juga memastikan bahwa putranya benar-benar siap dan paham dengan keputusan keluarga tersebut. “Saya tanya juga ke si abang, kalau kakaknya berangkat bagaimana, boleh enggak, ikhlas enggak. Jadi saya ajaklah si abang,” ujarnya. Kedua kakak Alfaruq sendiri sebenarnya sudah terdaftar haji dan tinggal menunggu giliran berangkat.
Keluarga memutuskan mendahulukan Alfaruq karena ia merupakan anak laki-laki satu-satunya di dalam keluarga. Bagi Nurhayati, keberangkatan ini bukan sekadar menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga menjadi sebuah harapan besar agar perjalanan spiritual ini mampu membentuk kepribadian Alfaruq menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang banyak.