Hampir satu tahun setelah tertutup longsor akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025, Jalan dan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, akhirnya kembali dibuka untuk umum pada 2 Juli 2026. Jalur nasional yang menjadi akses utama menuju Dataran Tinggi Gayo itu kembali berfungsi setelah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat, tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
Perbaikan diprakarsai Sahrial Abadi sejak 26 Mei 2026 melalui gerakan gotong royong yang didukung donasi masyarakat. Dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp1 miliar, dengan Rp526 juta telah digunakan untuk perbaikan jalan dan jembatan. Sisa anggaran akan dimanfaatkan untuk membangun dinding penahan jalan, fasilitas ibadah, dan sarana pendukung lainnya. Peresmian jalan ditandai dengan pemotongan pita bersama Abiya Jeunib, disertai doa dan selawat yang diikuti ratusan warga.
Proses perbaikan sempat menuai polemik setelah BPJN Aceh menghentikan sementara penggunaan jalan pada 22 Juni 2026 dengan alasan faktor keselamatan. Kebijakan tersebut memicu protes masyarakat hingga akhirnya BPJN melakukan peninjauan ulang dan menjelaskan bahwa pembatasan hanya berlaku bagi kendaraan bermuatan berlebih, sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.
Kembalinya Jalan Enang-Enang disambut antusias masyarakat karena jalur tersebut merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan Dataran Tinggi Gayo dengan wilayah pesisir Aceh. Selama jalan ditutup, kendaraan harus melewati jalur alternatif yang sempit dan rusak. Warga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran agar pemerintah lebih cepat menangani infrastruktur yang rusak akibat bencana demi menjaga kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.