Perwakilan Yayasan Bumi Produksi Gizi, Zamzami, mendatangi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Puskesmas Simpang Mamplam dan rumah warga pada Sabtu (28/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan uang tunai sebesar Rp200 ribu per orang kepada para korban. Salah seorang siswa mengonfirmasi hal ini dengan menyatakan, “Zamzami datang ke Puskesmas dan juga ke rumah orang tua korban. Uang Rp200 ribu diberikan per orang,” sembari menunjukkan bukti video penyerahan.
Pemberian uang ini memicu protes dari orang tua siswa karena dilakukan secara sepihak tanpa musyawarah sebelumnya. Para wali murid merasa nominal tersebut tidak sebanding dengan dampak kesehatan yang dialami 123 siswa SD dan TK akibat keracunan massal pada Kamis (26/2/2026). “Kalau seperti ini caranya, terlalu murah harga korban keracunan MBG. Masa hanya dihargai Rp200 ribu,” ungkap salah seorang orang tua korban dengan nada kecewa.
Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada pihak yayasan belum mendapatkan respons, sementara masyarakat mulai mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera menutup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Simpang Mamplam. Gejala mual dan muntah yang dialami para siswa sebelumnya telah memaksa mereka menjalani perawatan intensif di Puskesmas dan RSUD setempat.