Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengimbau petugas dan jemaah haji Indonesia mewaspadai cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius atau lebih.
“Perkiraan cuaca di sana pada saat musim haji sekitar 40 sampai 45, bahkan ada kemungkinan lebih dari itu,” ujar Irfan pada Senin (20/4). Ia telah membekali petugas dengan prosedur penanganan darurat untuk mengantisipasi risiko kelelahan fisik dan dehidrasi massal akibat paparan panas tersebut.
Selain risiko dehidrasi, cuaca ekstrem dapat menurunkan sistem imun jemaah, sehingga pemerintah menekankan pentingnya proteksi kesehatan. Irfan menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap jemaah melengkapi tiga jenis vaksinasi sebagai langkah preventif. “Vaksinasi meningitis, kemudian vaksinasi polio, dan vaksinasi Covid ya. Itu salah satu upaya pemerintah Saudi untuk mencegah merebaknya wabah yang mungkin bisa terjadi,” jelasnya.
Untuk mengatasi kepadatan di area Mina, pemerintah bersama DPR mendorong penerapan skema tanazul, yakni mengalihkan lokasi istirahat jemaah dari tenda di Mina ke hotel masing-masing. Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyatakan bahwa usulan ini merupakan solusi untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jemaah. “Maksud tanazul ini, jemaah tidak menginap, tidak bermalam, tidak tidur di Mina, tapi tidurnya di hotel. Kewajiban melontar sampai cukup waktunya di Mina baru kemudian ke hotel masing-masing,” ujar Marwan.
Terkait teknis pelaksanaannya, Menteri Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menunggu persetujuan resmi dari pihak berwenang di Arab Saudi. Implementasi skema ini memerlukan diplomasi intensif guna memastikan izin dari kementerian terkait dan kepolisian setempat. “Kalau nanti itu dua-duanya memberikan izin, maka insyaallah enak, lancar, karena seperti disampaikan tadi Mina itu bahkan juga sangat crowded kalau semua harus di dalam tenda,” pungkasnya.