Iran Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat
Internasional

Iran Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat

Admin SA

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan komitmen negaranya untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel secara bermartabat. Ia menegaskan bahwa Iran bukanlah inisiator perang dan tindakan yang diambil selama ini murni merupakan pembelaan diri. “Kami adalah pasifis dan apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah,” tegasnya.

Terkait ancaman Presiden AS Donald Trump yang ingin mengamankan uranium Iran, Pezeshkian mempertanyakan otoritas Trump. “Trump mengatakan bahwa Iran tidak seharusnya menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran. Siapa dia sehingga berhak mencabut hak suatu bangsa?” ujarnya. Ia menegaskan bahwa setiap bangsa berhak menikmati hak-haknya tanpa memandang latar belakang.

Ketegangan antara kedua negara terus memuncak meski saat ini berada dalam periode gencatan senjata rapuh pascaserangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu. Meski upaya perundingan damai di Islamabad tengah berlangsung, ancaman dari kedua belah pihak terus berlanjut, yang sempat membuat negosiasi sebelumnya menemui jalan buntu.

Di tengah situasi yang tidak menentu, Pezeshkian menyerukan rakyat Iran untuk tetap teguh menghadapi musuh. Ia juga menekankan pentingnya mengelola situasi agar Iran tidak dicitrakan sebagai pihak penghasut perang. “Dari perspektif prinsip-prinsip kemanusiaan, setiap orang bebas, terlepas dari agama, kepercayaan, ras, atau etnisnya, untuk menikmati hak-haknya yang tidak dapat dicabut,” tambahnya.