Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengungkapkan bahwa kondisi Aceh pascabencana hingga saat ini belum sepenuhnya pulih. Dalam forum Musrenbang RKPA 2027, ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan, terutama untuk percepatan rekonstruksi infrastruktur.
Mualem menyoroti bahwa bantuan pusat sejauh ini masih terbatas pada kebutuhan dasar. “Jadi harus kita sadari bahwa untuk memulihkan ini sesuai yang kita harapkan, bantuan dari pusat boleh dikatakan di Aceh hanya baru mencukupi untuk sembako, untuk makan, ini yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan jalan yang belum tertangani membuat masyarakat di pedalaman terkendala mobilitas. “Jadi kita lihat, sampai sekarang di pedalaman-pedalaman masih menggunakan rakit, tali untuk berjalan masih melewati sungai. Jadi inilah terjadi,” ungkap Mualem mengenai kondisi di lapangan.
Untuk pemulihan menyeluruh, Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp 40 triliun, angka yang jauh melebihi ketersediaan dana saat ini. Dampak bencana pun telah memicu masalah sosial ekonomi, termasuk meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran. “Ini satu tamparan buat kita, tapi pun demikian ini musibah datang dari Allah, yang memulihkan ini dari Allah. Ini cobaan untuk kita semua,” tuturnya.
Menutup arahannya, Mualem menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. Ia mengajak seluruh elemen yang hadir untuk bahu-membahu mengatasi tantangan ini. “Semua unsur yang hadir hari ini, mari kita pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Aceh,” tegasnya.