Dinas Sosial : Banyak Warga Simeulue Ajukan Perubahan Desil
Aceh

Dinas Sosial : Banyak Warga Simeulue Ajukan Perubahan Desil

Admin SA

Dinas Sosial Kabupaten Simeulue mencatat lebih dari 1.000 warga telah mengajukan perubahan desil dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui aplikasi SIKS-NG. Kepala Dinas Sosial Simeulue, Carles, menyatakan bahwa pengajuan ini rutin dilayani setiap tanggal 1 hingga 11 setiap bulannya. “Hingga Selasa (28/4), ada sebanyak 1.000 orang lebih yang mengajukan perubahan desil dalam DTSEN melalui aplikasi SIKS-NG milik Kementerian Sosial RI,” ujar Carles.

Proses pengajuan dilakukan dengan melengkapi persyaratan dan formulir yang telah ditentukan oleh pihak dinas. Terkait keputusan akhir, Carles menegaskan bahwa hal tersebut merupakan wewenang pemerintah pusat. “Kami melayani masyarakat yang mengajukan perubahan desil setelah persyaratannya lengkap.

Nantinya, pemerintah pusat yang menentukan apakah pengajuan perubahan desil diterima atau tidak,” jelasnya.
Mayoritas warga mengajukan perubahan untuk kelompok Desil 1 hingga Desil 5, yang didasarkan pada tingkat kesejahteraan rumah tangga. Carles menjelaskan bahwa penentuan desil dilakukan oleh BPS berdasarkan peringkat pendapatan dan pengeluaran. “Penentuan desil itu dari BPS sesuai peringkat pendapatan dan pengeluaran. Ada 10 kelompok desil, semakin tinggi pengelompokannya, semakin baik tingkat kesejahteraan rumah tangga,” tambahnya.

Salah seorang warga, Kardin, mengaku mengajukan perubahan karena data desilnya tidak mencerminkan kondisi ekonominya yang sebenarnya. Ia khawatir status desil tinggi akan membuatnya kehilangan akses terhadap bantuan sosial dan jaminan kesehatan. “Kehidupan saya saat ini pas-pasan, tapi saya masuk desil kelompok tinggi. Oleh karena, saya ajukan perubahan dengan tujuan disesuaikan dengan perekonomian saya,” ungkap Kardin. Ia menambahkan, “Kami juga khawatir dengan desil kelompok tinggi tersebut, kami tidak mendapatkan bantuan sosial dan jaminan kesehatan. Padahal, kami merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah.”