Iran Desak Pasukan Asing Tinggalkan Timur Tengah, Selat Hormuz Jadi Sorotan
Internasional

Iran Desak Pasukan Asing Tinggalkan Timur Tengah, Selat Hormuz Jadi Sorotan

Admin SA

Iran kembali menyampaikan pernyataan keras terkait keamanan Timur Tengah. Penasihat urusan internasional Pemimpin Tertinggi Iran, Aliakbar Velayati, menegaskan bahwa seluruh pasukan asing harus meninggalkan kawasan karena dianggap menjadi sumber utama ketidakamanan.

Velayati menyebut negara-negara Timur Tengah mampu menjaga stabilitas kawasan melalui kerja sama yang lebih erat tanpa campur tangan kekuatan luar. Ia juga mengklaim kegagalan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik terbaru memperkuat posisi Iran mengenai pentingnya mengakhiri kehadiran militer asing di kawasan.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa pembukaan penuh Selat Hormuz bergantung pada diterimanya syarat-syarat yang diajukan Teheran oleh Amerika Serikat. Juru Bicara IRGC, Sardar Mohebi, menyatakan Selat Hormuz merupakan aset strategis Iran dan bukan sekadar jalur perdagangan energi.

Ketegangan di Selat Hormuz telah berdampak pada ekspor minyak Irak. Pemerintah Irak menyebut ekspor minyak melalui jalur tersebut turun hingga 75 persen sejak pecahnya konflik, sehingga kini mencari alternatif rute ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.