Indonesia menyatakan kemarahan dan keprihatinan mendalam atas tewasnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon. Pemerintah melalui jalur diplomatik mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden yang menewaskan personel Kontingen Garuda tersebut.
Prajurit TNI itu diketahui sedang menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang bertujuan menjaga stabilitas dan perdamaian di wilayah perbatasan Lebanon. Insiden tragis ini diduga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan. Selain menuntut penyelidikan transparan, Indonesia juga meminta pihak terkait untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut, sekaligus memastikan langkah-langkah konkret agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.