Jembatan Krueng Tingkeum dan Teupin Mane Dikebut, Akses Medan–Aceh Segera Lancar
Aceh

Jembatan Krueng Tingkeum dan Teupin Mane Dikebut, Akses Medan–Aceh Segera Lancar

Admin SA

Konektivitas di ruas nasional Medan–Aceh ditargetkan kembali pulih pada akhir Agustus 2026 setelah pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen rampung. Kedua jembatan tersebut diharapkan mengembalikan kelancaran arus transportasi dan distribusi logistik serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.


Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Jembatan Teupin Mane masih berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan sudah dapat difungsikan pada akhir Agustus 2026. Ia menyebut kondisi cuaca yang mendukung membuat pekerjaan konstruksi dapat dipercepat tanpa kendala teknis yang berarti.


Jembatan Krueng Tingkeum dibangun melalui proyek duplikasi jembatan sepanjang 149,7 meter dengan nilai kontrak Rp107,5 miliar. Hingga 29 Juli 2026, progres fisiknya telah mencapai 74,46 persen. Sementara Jembatan Teupin Mane menggunakan struktur rangka baja dengan bentang 80 meter + 80 meter dan lebar 12 meter, serta dilengkapi sistem proteksi untuk meningkatkan ketahanan konstruksi.


Kementerian PU menilai kedua jembatan tersebut memiliki peran strategis karena berada di jalur utama yang menghubungkan Medan dan Aceh. Setelah berfungsi, distribusi barang dan mobilitas masyarakat diproyeksikan kembali normal. Percepatan penyelesaian proyek ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana untuk memperkuat konektivitas dan mendukung pemulihan ekonomi di koridor utama Sumatera bagian utara.